Minggu, 02 Oktober 2011

TEKNIK PENGOLAHAN MAKANAN

TEKNIK DASAR PENGOLAHAN MAKANAN

Pada jaman dahulu manusia berburu untuk mempertahankan hidupnya. Mereka menikmati makanan dalam kondisi mentah,seiring perjalanan waktu peradaban pun semakin berkembang. Konon saat itu manusia menemukan api dengan cara mengetuk dua buah batu.
Suatu harisecara tidak sengaja bara api itu didekatkan ke daging. Muncul aroma harum dari daging tersebut, setelah dicicipi rasanya lezat dan mudh untuk dikunyah. Sejak saat itu , secara tidak langsung mereka mulai mengenal teknik pengolahan makanan dengan cara dibakar. Sejak diketahui makanan lebih lezat dan mudah dikunyah setelah diolah ,semakin banyak orang mengerjakan cara tersebut. Saat ini cara tersebut dikenal dengan teknik pengolahan makanan.

A.   PENGERTIAN PENGOLAHAN MAKANAN
Pengertian pengolahan makanan pada dasarnya sama , yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi matang melalui proses pemanasan. Secara definitif pengolahan makanan dapat diartikan sebagai sebuah proses pemanasan pada makanan hingga menjadi lebih enak , mudah dikunyah, dan mengubah bentuk penampilan dari bahan makanan itu, serta mematikan bakteri yang merugikan kesehatan.
Pengolahan makanan merupakan salaah satu proses penerapan panas dari bahan mentah menjadi matang dengan cara sesuai untuk setiap bahan dasar dengan tujuan tertentu. Oleh karena itu , proses memasak hanya berlangsung selama panas mengenai bahan makanan. Untuk mengolahan sebuah makanan sesuai dengan tujuannya, dikenal beberapa teknik mengolah makanan.


B.   PENERAPAN TEKNIK DASAR  PENGOLAHAN MAKANAN
Teknik dasar pengolahan makanan adalah mengolah bahan makanan dengan berbagai macam teknik atau cara. Adapun teknik dasar pengolahan makanan dibedakan menjadi 2 yaitu, teknik pengolahan makanan panas basah ( moist heat ) dan teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking ).


1.              Teknik Pengolahan Makanan Panas Basah ( Moist Heat )
Teknik pengolahan makanan panas basah adalah mengolahan makanan dengan bantuan cairan. Cairan tersebut dapat berupa kaldu ( stock ), air, susu, santan dan bahan lainnya. Teknik pengolahan makanan panas basah ini memiliki berbagai cara di antaranya :


a.     Teknik Boiling
Boiling adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih. Untuk melakukan teknik boiling ada syarat tertentu yang harus dipenuhi , yaitu sebagai berikut :

1.      Cairan harus mendidih
2.      Alat perebus disesuaikan dengan cairan dan jumlah bahan makanan yang akan diolah.
3.      Alat perebus harus ditutup agar menghemat energi.
4.      Buih yang ada diatas permukaan harus dibuang untuk mencegah bersatunya kemabali dalam cairan sehingga memengaruhi mutu makanan.
Teknik boiling dapat dilakukan pada beberapa bahan makanan seperti , daging segar, daging awet, telur, pasta, sayuran, dan tulang.
b.     Teknik Poaching
Selain teknik boiling, dikenal juga teknik poaching dalam pengolahan makanan. Poaching adalah merebus bahan makanan dibawah titik didih dalam menggunakan cairan yang terbatas jumlahnya. Proses poaching berlangsung sedikit lama dan suhu dalam air berkisar 83 ◦c – 95 ◦c. Untuk melakukan poaching, perlu memperhatikan syarat berikut ini :
1.      Suhu poaching dibawah titik didih berkisar 83 ◦c – 95 ◦c.
2.      Cairan yang digunakan sesuai dengan banyaknya bahan makanan.
3.      Makanan harus tertutup dari cairan.
4.      Peralatan untuk poaching harus bersih dan tidak luntur.
Teknik dasar pengolahan poaching, dapat dilakukan untuk mengolah berbagai jenis makanan seperti daging, unggas, otak atau pankreas binatang, ikan, buah-buahan, dan sayur.
c.      Teknik Braising
Teknik braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan cairan sedikit, kira-kira setengah dari bahan yang akan direbusdalam panci penutup dan api kecil secara perlahan-lahan. Untuk melakukan teknik braising, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut :
1.      Teknik merebus dalam cairan yang sedikit.
2.      Bahan yang diolah harus dipotong rapi dan sama besarnya.
3.      Dalam pengolahan daging daging, caranya memasukan daging dalam braising pan, lalu siram dengan kaldu secukupnya, jangan sampai terendam seluruhnya.
4.      Jika menggunakan sauce pan, caranya cairkan mentega dalam sauce pan, lalu masukkan daging dan balik hingga warnanya kecoklatan. Untuk sayuran aduk sambil dibolak – balik.
5.      Jika proses pengolahan dalam oven, braising pan ditutup rapat dan masukan dalam oven. Apabila diolah diatas kompor ( perepian ), posisi braising pan tertutup.
Syarat –syarat menggunakan teknik braising ,yaitu sebagai berikut :
1.      Teknik ini cocok menggunakan daging bagian paha.
2.      Daging disaute dengan mentega hingga warnanya kecoklatan.
3.      Cairan pada proses braising dipakai untuk saus pada saat menghidangkan.
4.      Selama proses braising berlangsung, boleh ditambah cairan bila telah berkurang.

d.     Teknik Stewing
Stewing ( menggulai ) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dengan api sedang. Pada proses stewing ini, cairan yang dipakai yaitu susu, santan, dan kaldu. Cairan dapat dikentalkan sebelum atau selama proses stewing berlangsung. Dalam pemberian garam, sebaiknya dimasukkan pada akhir stewing, karena dalam dagin dan sayur sudah terkandung garam. Untuk mengolah makanan dengan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya sebagai berikut :
1.      Daging harus diblansir terlebih dahulu dalam air mendidih, agar kotorannya hilang
2.      Potongan bahan disesuaikan dengan jenis yang akan diolah.
3.      Saus untuk stewing dikentalkan dengan memakai tepung maizena.
4.      Pengolahan daging dengan teknik ini harus sering diaduk, sedangkan pada ikan mengaduknya hati-hati karena ikan mudah hancur.


e.      Steaming
Steaming adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Teknik ini bisa dikenal dengan mengukus. Bahan makanan diletakkan pada steamer atau pengukus, kemudian uap air panas akan mengalir le sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat berikut :
1.      Alat pengukus harus dipanaskan terlebih dahulu diatas air hingga mendidih dan mengeluarkan uap.
2.      Kapsitas alat pengukus harus disesuaikan dengan jumlah bahan yang dikukus.
3.      Makanan harus dibungkus apabila tidak membutuhkan sentuhan uap air langsung.
4.      Air untuk mengukus harus mencukupi. Jika air kukusan habis, makanan yang dikukus akan beraroma hangus.
5.      Untuk hasil yang baik, waktu pengukusan harus tepat.



2.     Teknik Pengolahan Panas Kering ( Dry Heat Cooking )
Teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking ) adalah mengohah makanan tanpa bantuan cairan. Misalnya deep frying, shallow frying, roasting, baking, dan grilling.

A.   Deep frying
Deep frying adalah mengolah makanan dengan menggoreng menggunakan minyak dalam jumlah banyak. Pada teknik ini yang digoreng betul-betul tenggelam dalam minyak dan meperoleh hasil yang krispi atau kering.
Terdapat 4 cara styledeep fat frying yang populer, yaitu :
1.      Cara Perancis ( A’la Fraincaise, French Style )
a.       Bahan makanan di marinade lalu dilapisi dengan tepung terigu atau maizena.
b.      Lalu goreng dalam minyak banyak dan panas.
2.      Cara Inggris ( A’la Englaise, English Style )
a.       Di marinade dalam bumbu lalu tiriskan.
b.      Celupkan dam putih telur lalu tepung panir. Ulangi sekali lagi.
c.       Goreng dalam minyak yang panas.
3.      Cara Only ( Al Only, Only Style )
a.       Makanan yang akan digoreng docelupkan dalam adonan.
b.      Kemudian langsung digoreng dalam minyak yang panas.
4.      Cara menggoreng polos
a.       Bahan dibersihkan, lalu dimarinade atau tidak.
b.      Kemudian langsung digoreng dengan minyak yang banyak dan panas

B.   Shallow   Frying
Shallow frying adalah proses mengoreng yang dilakukan dengan cepat dalam minyak goreng yang sedikit. Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.      Dalam menggoreng, menggunakan minyak goreng berbentuk cairan: minyak kelapa, minyak salad, minyak jagung, atau minyak zaitun.
2.      Selama proses menggoreng, menggunakan minyak yang sedikit.
3.      Saat menggoreng, pastikan minyak telah panas sesuai suhu yang diinginkan.
4.      Proses menggoreng dilakukan dengan cepat.


Terdapat 2 cara dalam pengolahan shallow frying, yaitu cara pan frying dan sauteing. Pan frying merupakan cara menggoreng dengan minyak sedikit dan mempergunakan frying pan. Makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain telur mata sapi, daging, ommelet scrambled eggs, serta unggas yang lunak dan dipotong tipis. Sauteing adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan sedikit minyak sambil diaduk dan dilakakukan sacara cepat. Teknik ini sering dilakukan pada masakan cina, dan dipakai sebagai teknik penyelesaian pada sayuran kontinental. Pada pengolahan sayuran Indonesia disebut oseng-oseng (tumisan). Bahan makanan yang dimasak dengan cara ini, antara lain onion chopped (bawang bombay cincang),daging, sayuran, dan bumbu.

C.   Roasting
Roasting adalah teknik mengolah bahan makanan dengan cara memanggang bahan makanan dalam bentuk besar didalam oven. Roasting bentuk seperti oven. Sumber panasnya berasal dari kayu bakar, arang, gas, listrik, atau micriwave oven. Waktu meroasting sumber panas berasal dari seluruh arah oven. Selama proses meroasting berjalan, harus disiram lemak berulaang kali untuk memelihara kelembutan daging dan unggas tersebut.
Untuk melakukan teknik ini, perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.      Pada saat pengolahan harus dibolak-balik agar matangnya merata.
2.      Daging jenis lain jangan sering dibolak-balik untuk mencegah pengerutan.
3.      Jika pada saat meroasting makanan menjadi kering, perlu dibasahi permukaannya dengan lemak atau cairan lemak yang keluar dari makanan tersebut.
4.      Daging ditusuk dengan alat pengukur tingkat kematangan daging untuk mengetahui tingkat kematangan daging.
5.      Daging utuh tidak berlemak, perlu dilarding.





D.   Baking
Baking adalah pengolahan bahan makanan didalam oven dengan panas dari segala arah. Dalam teknik baking ini ada yang menggunakan loyang yang berisi air didalam oven, yaitu bahan makanan diletakkan dalam loyang. Contoh : puding karamel, hot puding franfrurt.
Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat yaitu sebagai berikut :
1.      Sebelum bahan dimasukkan, oven dipanaskan sesuai suhu yang dibutuhkan.
2.      Makanan didalam oven harus diletakkan dengan posisi yang tepat.
3.      Selama proses baking, suhu harus terus diperiksa.
4.      Kualitas makanan akan bergantung pada penanganan selama proses baking.
5.      Sebelum diangkat dari oven, periksa kembali makanan.
Penerapan teknik dasar baking dajpat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diaantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran.

E.    Grilling
Grilling adalah teknik mengolah makanan diatas lempengan besi panas (gridle) atau diatas pan dadar (teflon) yang diletakkan diatas perapian. Suhu yang dibutuhkan untuk grill sekitar 292 ◦c. Grill juga dapat dilakukan diatas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah mauoun pada alat yang digunakan.
Untuk melakukan teknik ini perlu memperhatikan beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.      Memilih bagian daging yang berkualitas dan empuk. Daging direndam dengan bumbu (dimarinade) sebelum digrill.
2.      Kemudian mengolesi permukaan gridle dan bahan makanan dengan minyak goreng untuk menghindari lengket.
3.      Pergunakan jepitan untuk membalik makanan.
Penerapan teknik dasar grilling dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan diantaranya daging, daging cincang,ikan, dan ayam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar